Followers

Tuhan Itu Nyata? Atau Hanya Ilusi Manusia Untuk Menjawab Ketidaktahuan nya?

Kebanyakan dari kita hanya percaya Tuhan, hanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum kita ketahui, seperti kerumitan alam semesta, surga dan neraka, atau asal mula alam-semesta beserta kehidupan yang ada didalamnya. Kebanyakan manusia merasa sangat nyaman dengan menjadikan Tuhan sebagai jawaban ketidaktahuan nya. Mereka mulai membentengi kenyamanan nya tersebut dengan sesuatu yang disebut agama. Saya tidak berkata bahwa agama dibuat untuk membentengi ketidaktahuan, namun kebanyakan dari kita menggunakannya untuk kepentingan yang sedemikian pragmatis, hanya untuk menjawab ketidaktahuan.
        Alam Semesta tercipta (apapun maknanya) sedemikan rupa sehingga didalamnya berlaku hukum-hukum alam. Dari sini saja sudah dapat kita simpulkan jika Tuhan tidak mempunyai kepentingan untuk merahasiakan apapun dari kita. Mengapa masih ada yang berkata itu rahasia Tuhan? Itu kehendak Tuhan?.
       Untungnya tidak semua manusia senang berada dalam "zona nyaman" mereka, banyak yang memilih keluar untuk bertanya; Bagaimana alam semesta bekerja? Bagimana kehidupan didalamnya saling berhubungan? Apa makna keberadaan? Tidak menjadikan Tuhan sebagai alasan ketidaktahuan, tapi lebih kepada sumber pengetahuan. 
       Kita hidup. Kita berpikir. Kita bertanya. Kita mencari tahu. Kita menjawab. Jangan bersikap manja, menjadikan Tuhan sebagai alasan terhadap apapun yang belum kita ketahui, menjadikan Tuhan sebagai "zona nyaman" semu, seolah-olah kita pernah bertemu dengan Tuhan dan Ia berkata : "itu rahasia". Adalah keputusan kita untuk mempercayai Tuhan itu nyata, atau jawaban semu atas ketidaktahuan.
Category: 2 komentar
Terimakasih Atas Kunjungannya